Senin, 08 Oktober 2012

Bahasa Indonesia


Pengertian bahasa.
            Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Bahasa adalah alat untuk berinteraksi atau alat berkomunikasi untuk menyampaikan pikiran, gagasan. Konsep atau perasaan.
            Bahasa adalah sebuah system, artinya bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. System bahasa berupa lambing – lambing bunyi, setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep.
Fungsi bahasa.
          Fungsi bahasa dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu fungsi bahasa secara umum dan secara khusus. Adapun fungsi bahasa secara umum bagi setiap orang adalah :
1.      Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri
Mampu mengungkapkan gambaran, maksud, gagasan, dan perasaan. Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati dan pikiran kita.
2.      Sebagai alat komunikasi
Pada saat menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, berarti memiliki tujuan agar para pembaca atau pendengar menjadi sasaran utama perhatian seseorang. Bahasa yang dikatakan komunikatif karena bersifat umum.
3.      Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi social
Pada saat beradaptasi di lingkungan social, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan bahasa yang non standar pada saat berbicara dengan teman – teman dan menggunakan bahasa standar pada saat berbicara dengan orang tua atau yang dihormati. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa memudahkan seseorang untuk berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa.
4.      Sebagai alat kontrol social
Kontrol social dapat diterapkan pada diri sendiri dan masyarakat, contohnya buku – buku pelajaran, ceramah agama, orasi ilmiah, mengikuti diskusi serta iklan layanan masyarakat. Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol social yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah.
Perkembangan bahasa Indonesia.
1.      Perkembangan Bahasa Indonesia Sebelum Merdeka
Pada dasarnya bahasa Indonesia berasal dari bahsa melayu. Pada zaman sriwijaya, bahasa melayu di pakai sebagai bahasa penghubung antar suku di nusantara dan sebagai bahaasa yang digunakan dalam perdagangan antara pedagang dari dalam nusantara dan dari luar nusantara.
Bahasa melayu menyebar ke pelosok nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama islam di wilayah nusantara. Perkembangan bahasa melayu di wilayah nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan rasa persatuan bangsa Indonesia, oleh karena itu para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengakat bahasa melayu menjadi bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia ( sumpah pemuda, 28 oktober 1928 ).
2.      Perkembangan bahasa Indonesia sesudah merdeka
Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 oktober 1928. Pada saat itu para pemuda dari berbagai pelosok nusantara berkumpul dalam rapat dan membuat ikrar yang dikenal dengan nama “ sumpah pemuda “.Unsur yang ketiga dari “Sumpah Pemuda” merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa indonesia. Pada tahun 1928 bahasa Indonesia di kokohkan kedudukannya sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia di nyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945, karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 di sahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Di dalam UUD 1945 di sebutkan bahwa “Bahasa Negara Adalah Bahasa Indonesia,(pasal 36). Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa indonesia di pakai oleh berbagai lapisan masyarakat indonesia.

3.      Peresmian nama bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahas persatuan bangsa indonesia. Bahasa indonesia di resmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, Bahasa Indonesia berposisi sebagi bahasa kerja. Dari sudut pandang Linguistik, bahasa indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu-Riau dari abad ke-19.
Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaannya sebagi bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan “Bahasa Indonesia” di awali sejak di canangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan “Imperialisme bahasa” apabila nama bahasa Melayu tetap di gunakan.
Meskipun demikian , bahasa indonesia di gunakan di gunakan sangat luas di perguruan-perguruan. Di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa bahasa indonesia di gunakan oleh semua warga indonesia. Bahasa Melayu dipakai dimana-mana diwilayah nusantara serta makin berkembang dengan dan bertambah kukuh keberadaannya.Bahasa Melayu yang dipakai didaerah-daerah diwilayah nusantara dalam pertumbuhan dipengaruhi oleh corak budaya daerah.Bahasa Melayu menyerap kosa kata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa.
Kedudukan bahasa Indonesia
            Kedudukan bahasa Indonesia terdiri dari :
1.      Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional
Fungsi bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional :
a.      Bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang kebanggaan kebangasaan
Bahasa Indonesia mencerminkan nilai – nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita. Atas dasar kebanggaan ini , Bahasa Indonesia harus kita pelihara dan kita kembangkan. Serta harus senantiasa kita bina rasa bangga dalam menggunakan Bahasa Indonesia.
b.      Bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional
Bahasa Indonesia dapat memiliki identitasnya apabila masyarakat pemakainya/yang menggunakannya membina dan mengembangkannya sehingga bersih dari unsur – unsur bahasa lain.
c.       Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat perhubungan antar warga, daerah dan budaya
Dengan adanya Bahasa Indonesia kita dapat menggunakannya sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi / berkomunikasi dengan masyarakat-masyarakat di daerah (sebagai bahasa penghubung antar warga, daerah, dan budaya.
2.      Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara
Fungsi bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara :
a.      Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahsa resmi kenegaraan
Sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa Indonesia dipakai didalam segala upacara, peristiwa dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
b.      Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan
Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar yang digunakan di lembaga – lembaga pendidikan mulai dari taman kanak – kanak sampai dengan perguruan tinggi diseluruh Indonesia.
c.   Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
Bahasa Indonesia dipakai bukan saja sebagai alat komunikasi timbal – balik antara pemerintah dan masyarakat luas, dan bukan saja sebagai alat perhubungan antar daerah dan antar suku , melainkan juga sebagai alat perhubungan didalam masyarakat yang sama latar belakang sosial budaya dan bahasanya.
d.   Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat perkembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi
Bahasa Indonesia adalah satu – satunya alat yang memungkinkan kita membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memikili ciri – ciri dan identitasnya sendiri ,yang membedakannya dari kebudayaan daerah.
Sumber :
http://dibustom.wordpress.com/2011/05/07/pengertian-bahasa-karakteristik-bahasa-dan-fungsi-bahasa-kajian-sosiolinguistik/





Senin, 30 Juli 2012

stop CYBERBULLYING !!!



       Kemajuan teknologi yang semakin pesat perlahan – lahan mempengaruhi perkembangan pola komunikasi manusia. Kemunculan berbagai situs jejaring social, seperti facebook dan twitter tak dapat dimungkiri telah mengubah pola pikit seseorang dalam berinteraksi

            Era new wave media memang seperti dua mata pisau, bisa membawa hal positif dan negative, semuanya itu tergantung kepada si pengguna. Misalnya, sebagian orang kini lebih vocal saat menggunakan jejaring social. Sementara di dunia nyata, orang justru lebih memilih untuk diam. Sayangnya, kebebasan berekspersi di dunia maya kerap disalahgunakan para netizen. Oleh karena itu tak jarang kasus cyberbullying akhir – akhir ini bermunculan

            Cyberbullying diartikan sebagai kondisi saat seseorang diintimidasi, dipermalukan, bahkan diancam oleh satu atau banyak pihak. Tindakan ini dilakukan melalui teknologi informasi, seperti media social, blog, chat room, bahkan telepon genggam

            Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang riset pasar global amerika serikat, Ipsos melakukan penelitian terkait cyberbullying. Penelitian yang dilakukan pada pertengahan November 2011 ini memaparkan, 74 % responden Indonesia memilih facebook sebagai sumber dari kasus cyberbullying.

            Jejaring social lain yang juga rentan menjadi pemicu cyberbullying adalah twitter. Pengguna twitter tentu sudah tidak asing lagi dengan sejumlah kasus yang pernah terjadi di linimasa. Sejumlah akun milik public figure sering kali diintimidasi massa karena sebuah tweet yang mengundang kontroversi. Beberapa di antaranya menanggapi dengan dengan cara yang tenang, tetapi ada pula yang langsung menonaktifkan akun untuk beberapa hari.

            Yang perlu diwaspadai adalah hal ini dapat berkembang menjadi hal yang mengkhawatirkan. Pihak yang diintimidasi bisa saja merasa tertekan dan berangsur menjadi depresi. Bahkan, sejumlah kasus di luar negeri memaparkan, cyberbullying dapat memicu orang untuk bunuh diri karena mental yang lemah.

            Pribadi yang tak tahan dengan cyberbullying bisa saja menutup akan pribadi untuk sementara. Atau cara terakhir, anda dapat mengeblok akun tersebut jika masih terganggu. Dalam menyikapinya, pikiran jernih dan sikap yang dewasa memang diperlukan. Hal ini berguna agar dapat mengamvbil tindakan yang bijak. 

sumber : 

Jumat, 06 Juli 2012

Mocca - Hyperballad




Aslinya lagu ini dinyanyiin sama Bjork, penyanyi asal islandia, kalo loe belum tau Bjork bisa liat profil lengkapnya disini. Dan kalo mau liat videonya bisa klik disini. Oleh mocca lagu ini di cover dengan nuansa yang berbeda dan lebih easy listening. dan ada satu bagian lirik yang bener - bener gw suka ketika mendengarnya yaitu 

“ I go through all this, before you wake me up, so I can feel happier, to be safe again with you “

Senin, 18 Juni 2012

pengaruh teknologi terhadap budaya organisasi



Pendahuluan.
            Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan memiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang – orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari
            Budaya itu sendiri tidak hanya terdapat dalam aspek prilaku manusia saja namun juga berada dalam aspek – aspek yang berhubungan dengan manusia, dalam hal ini saya membahas tentang budaya organisasi yang berkembang dimasyarakat. Dimana organisasi itu sendiri merupakan wadah tempat menyatukan tujuan yang bermunculan dari banyak orang yang memiliki latar budaya yang berbeda.
            Berkembangnya budaya organisasi di masyarakat itu sendiri tidak bisa dipisahkan dari yang namanya teknologi, tidak bias dipungkiri pada zaman sekarang dimana perkembangan teknologi yang begitu pesat juga dapat mempengaruhi budaya organisasi yang berkembang dimasyarakat. Pada kali ini saya akan membahas bagaimana perkembangan teknologi dapat memberikan pengaruh terhadap budaya organisasi dan apa saja dampak yang diberikan teknologi terhadap budaya organisasi

Pengertian budaya organisasi
            Menurut schein ( 1985 ) budaya organisasi adalah pola asumsi dasar yang ditemukan atu dikembangkan oleh suatu kelompok orang ketika mereka belajar untuk menyelesaikan problem – problem, menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal, dan berintegrasi dengan lingkungan internal. Asumsi dasar tersebut telah terbukti dan diterapkan dengan baik untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya dan diaanggap valid
            Budaya organisasi adalah satu wujud angapan yang dimiliki, diterima secara implisit oleh kelompok dan menetukan bagaimana kelompok tersebut rasakan, pikirkan, dan bereaksi terhadap lingkungannya yang beraneka ragam ( kreitner dan kinicki, 2005 ).Budaya organisasi perusahaan yang berorientasi global akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh budaya nasional tempat perusahaan itu beroperasi. Karena pengaruh global, maka perusahaan sebaiknya mengembangkan pengaruh budaya organisasi yang berbeda dari budaya suatu Negara ( lowe, 1992 ).
            Menurut robbins ( 2003 ) bahwa budaya organisasai mengacu ke system makna bersama yang dianut oleh anggota – anggota yang membedakan organisasi itu dari organisasi – organisasi lainnya.
            Luthan ( 1998 ) mengemukakan, budaya organisasi merupakan norma – norma dan nilai – nilai yang mengarahkan prilaku anggota organisasi. Setiap anggota akan berprilaku sesuai dengan budaya yang berlaku agar diterima oleh lingkungannya.
            Secara umum budaya organisasi itu sendiri adlah nilai, norma, keyakian, sikap, dan asumsi yang merupakan bentuk bagaimana orang – orang dalam organisasi berprilaku dan melakukan suatu hal yang bias dilakukan

Fungsi budaya organisasi
            Menurut robbins ( 2003 ) budaya menjalankan sejumlah fungsi didalam suatu organisasi. Adapun fungsi budaya organisasi tersebut anatara lain :
1.      Budaya mempunyai peran menetapkan tapal batas, artinya budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dengan yang lain.
2.      Budaya memberikan rasa identitas ke anggota – anggota organisasi.
3.      Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan pribadi seseorang
4.      Budaya meningkatkan kemantapan system social
Akhirnya budaya berfungsi sebagai mekanisme pembuat makna dan  mekanisme pengendali yang memandu dan membentuk sikap serta prilaku karyawan.

            Menurut wirawan ( 2007 ) budaya memiliki sejumlah fungsi didalam suatu organisasi. Adapun fungsi budaya organisasi tersebut antara lain :
1.      Menjelaskan persamaan antara organisasi yang satu dengan yang lainnya
2.      Membangun sensitivitas atas identitas dari setiap anggota
3.      Memfasilitasi komitmen generasi untuk sesuatu yang lebih besar daripada ketertarikan mereka sendiri
4.      Membangun stabilitas dari system social

Teknologi terghadap kreatifitas individu dan team
            Kreativitas merupakan salah satu kebutuhan pokok manusai, yaitu kebutuhan akan pewujudan diri ( aktualisasi diri ) dan merupakan kebetuhan paling tinggi bagi manusia ( maslow, dalam munandar, 2009 ). Pada dasarnya setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki potensi kreatif, kreativitas dapat diidentifikasi dan dipupuk memlalui pendidikan yang tepat ( munandar, 2009 ).

Ciri – ciri kreativitas
            Guilford ( dalam munandar, 2009 ) mengemukakan ciri – ciri dari kreativitas antara lain :
1.      Kelancaran berpikir ( fluency of thinking ), yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak ide yang keluar dari pemikiran seseorang secara tepat. Dalam kelancaran berpikir yang ditekankan adalah kuantitas, bukan kualitas
2.      Keluwesan bepikir ( flexibility ), yaitu kemampuan untuk memproduksi sejumlah ide, jawaban – jawaban atau pertanyaan yang bervariasi, dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda, mencari alternative atau arah yang berbeda – beda.
3.      Elaborasi ( elaboration ), yaitu kemampuan dalam mengembangkan gagasan dan menambahkan atau memperinci detail – detail dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga menjadi lebih menarik.
4.      Orginalitas ( originality ), yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan unik atau kemampuan untuk mencetuskan gagasan asli
Dalam hal ini teknology sangat membantu setiap individu dalam mengembangkan kreativitas yang dimiliki dengan memanfaatkan teknologi yang terus berkembang dengan itu setiap individu dapat dengan mudah menyampaikan atau memberikan kreativitas yang dia miliki untuk dipergunakan dalam kinerja dia ataupun perusahaan tempat ia bekerja

Kesimpulan
            Dengan teknologi yang terus berkembang sampai saat ini memberikan kemudahan kepada setiap individu atau team dalam mengembangkan kreativitas yang dia miliki dengan memanfaatkan teknologi yang benar untuk memajukan suatu team atau organisasi

Sumber :
read Bain, “ Technology and State Government “, American Sociological Review 2


Sabtu, 12 Mei 2012

kelompok dalam organisasi



Pendahuluan.
Keterlibatan kelompok dalam suatu organisasi dapat dilakukan dengan mekanisme pembagian atas individu – individu agar membentuk suatu kumpulan yang mempunyai pola dan system kerja
Suatu kelompok pada dasarnya adalah sekumpulan individu yang berada dalam suatu organisasi dimana pasa anggotanya saling mempunyai ketergantungan satu sama lain dalam melaksanakan suatu kinerja secara tersstruktur
Organisasi lebih mengutamakan atas pencapaian tujuan dasar yang lebih mengedepankan kepada hasil yang ingin dicapai. Suatu kerja kelompok akan lebih efesien ketika diletakkan di ruang lingkup organisasi karena suatu tujuan akan lebih cepat tercapai jika dalam pengelolaanya dikerjakan secara terstruktur atau berkelompok.
Peran individu dalam kelompok
            Keterlibatan dan partisipasi anggota ( individu ) dalam organisasi menjadi lebih penting ketika organisasi tersebut memulai suatu fungsi karena tanpa keterlibatannya, kegunaan atau fungsional organisasi tersebut tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.
            Keterlibatan dan partisipasi juga cenderung menghasilkan suatu kinerja, pola kegiatan serta hasil dari keterlibatan seluruh unsure manusia dalam organisasi akan menghasilkan suatu fungsi dalam organisasi
            Masing – masing dari individu tersebut didalam suatu organisasi mempunyai peran yang beragam dan mempunyai keterikatan terhadap suatu wadah yaitu organisasi. Individu merupakan komponen vital dalam suatu organisasi tetapi tidak efesien jika “ individu “ ingin mencapai suatu tujuan dasar organisasi. Karena individu tidak mempunyai struktur dan system untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
Jenis – jenis kelompok
1.      Organisasi formal
Organisasi formal merupakan organisasi yang dengan sengaja direncanakan dan strukturnya secara tegas disusun. Organisasi formal harus memiliki tujuan atau sasaran. Tujuan organisasi ini akan menentukan struktur organisasinya. Jadi struktur organisasi merupakan suatu kerangka yang menunjukan seluruh kegiatan – kegiatan untuk pencapaian tujuan organisasi. Hubungan antar fungsi – fungsi serta wewenang dan tanggung jawabnya.
2.      Organisasi informal
Organisasi informal memainkan peranan penting dalam dinamika prilaku organisasi, organisasi informal berdiri diatas struktur yang tidak jelas, fleksibel, sukar didefenisikan, anggotanya sulit ditentukan dan pola hubungan di antara para anggotanya tanpa tujuan yang khusus. Kelompok informal muncul tak terhindarkan kapan saja orang – orang yang bergabung bersama dan berinteraksi kapan saja
Alasan utama terbentuknya organisasi informal adalah untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan manusiawi yang tidak sepenuhnya dapat dipuaskan oleh organisasi formal, seperti pengenalan diri, pengetahuan tentang prilaku yang diterima, perhatian, pelestarian nilai budaya, bantuan dalam pencapaian tujuan, kesempatan berpengaruh dan berkreasi dan kebutuhan akan informasi serta berkomunikasi dalam pengelompokan organisasi nasional
Pengalaman berorganisasi
            Pada waktu saya SMA kelas 2 saya bergabung dalam organisasi formal di lingkungan sekolah yaitu ROHIS. ( ROHani ISlam ). Saya menjabat sebagai ketua departemen HUMAS yang tugas utamanya kurang lebih tiap hari jum’at menerbitkan bulletin jum’at, memberikan kepada siswa/siswi jika ROHIS mau mengadakan acara, dan juga jika ROHIS mau mengadakan acara saya membuat proposal tentang kegiatan yang mau diadakan yang nantinya diserahkan kepada pihak sekolah.
            Pada waktu SMA juga saya bergabung dengan organisasi informal yang berada di lingkungan sekolah. Saya bergabung dengan organisasi yang beranggotakan para siswa/ siswi yang menyukai dunia fotografi. Dikarenakan pihak sekolahan tidak menyediakan wadah organisasi yang formal untuk para siswa/ siswi yang menyukai dunia fotografi, maka karena para siswa/ siswi memiliki hobi yang sama dan memiliki ketertarikan dengan dunia fotografi maka dibuatlah organisai informal sebagai wadah untuk siswa/i berkreasi.
            Dari kedua organisasi yang saya ikuti banyak hal yang saya pelajari dalam hal berorganisasi, mulai dari menjaga kekompakan kelompok, penyesuaian antar individu, dan saling melengkapinya antar individu agar organisasi menjadi sempurna dan tujuan utamanya dapat tercapai sesuai harapan
Kesimpulan
            Sebuah kelompok yang terdiri dari indvidu – individu yang memliki karakter yang berbeda harus memiliki kerjasama yang baik untuk mencapai tujuan yang sama dan hasil yang baik. Kelompok yang baik adalah kelompok yang saling member solusi satu sama lain terhadap permasalahan yang ada didalam tugas kelompok tersebut dan bekerjasama.

source source
Selasa, 08 Mei 2012

Program Pointer pada C++


pointer merupakan sebuah penunjuk alamat pada memori komputer yang menyimpan data, dengan kata lain variabel yang menyimpan alamat memori variabel lainnya. jadi piointer hanya menyimpan alamat memori dan menunjukan isi data  pada memori tersebut, bukan menyimpan data pada ke memori tersebut.

biar lebih mudah mengerti pointer itu apa, dibawah ini contoh program sederhana pointer pada C++ 




jadi logika program di atas pada saat kita mengisikan variabel X dengan nilai 12, maka  *P akan bernilai sama yaitu 12 juga, dan sedangkan saat kita mengisikan nilai pada *P dengan nilai 21, variabel X juga akan berubah nilainya menjadi 21. *P akan sama dengan X karena *P dan X menempati alamat yang sama.


" semoga bermanfaat dan selamat mencoba

Rabu, 02 Mei 2012

teori pengambilan keputusan



Pendahuluan.
Teori pengambilan keputusan bersangkut paut dengan masalah bagaimana pilihan – pilihan semacam itu dibuat. Kebijaksanaan sebagai telah kita rumuskan dimuka adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang akttor atau sejumlah actor berkenaan dengna suatu masalah atau persoalan tertentu.
Secara tipikal  pembuatan kebujaksaan merupakan tindakan yang berpola yang dilakukan sepanjang waktu dan melibatkan banyak keputusan yang diantaranya ada yang merupakan keputusan rutin, ada yang tidak rutin. Dalam praktek pembuat kebijaksaan sehari – hari amat jarang kita jumpai suatu kebijaksaan yang hanya terdiri dari keputusan tunggal. Dalam tulisan ini akan dibajas 3 teori pengambilan keputusan
Teori yang dimaksud ialah : teori rasional komprhensif, teori incremental dan teori pengamatan terpadu
Definisi teori pengambilan keputusan
Secara umum pengertian pengambilan keputusan adalah teknik pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan atau proses memilih tindakan sebagai cara pemecahan masalah
Tujuan pengambilan keputusan
Bersifat tunggal : hanya satu maslah dan tidak berkaitan dengan masalah lain
Bersifat ganda : masalah saling berkaitan dapat bersifat kontradiktif ataupun tidak
Teori rasional komprehensif
      Teori pengembilan keputusan yang paling banyak diterima oleh kalangan luas ialah teori rasional komperehensif. Unsur – unsur utama dari teori ini dapt dikemukakan sebagai berikut :
1.      Pembuat keputusan dihadapkan pada suatu masalah yang dapat dibedakan dari masalah lain
2.    Tujuan, nilai, sasaran yang mempedomani pembuat keputusan amat jelas dan dapat ditetapkan rangkingnya sesuai dengan urutan kepentingannya
3.      Pelbagai alternatif untuk memecahkan masalah tersebut diteliti secara seksama.
4.      Akibat yang timbul diteliti
5.      Setiap alternative dan masing – masing akibat yang menyertainya dapat diperbandingkan
6.      Pembuat keputusan akan memilih alternative dan akibat – akibatnya yang dapat dimasimalkan tercapai tujuan yang diinginkan
Teori rasional komrehensif banyak mendapatkan kritik. Charles lindblom seorang ahli ekonomi dan matematika secara tegas menyatakan bahwa  para pembuat keputusan ini sebenarnya tidaklah berhadapan dengan masalah yang konkret dan terumuskan dengan jelas
Pembuat keputusan juga sulit untuk memilah secara tegas antara nilai – nilais endiri dengan nilai yang diyakini masyarakat. Asumsi penganjur model sarional bahw fakta dan nilai dapat dapat dengan mudahnya dibedakan dan dipisahkan tidak pernah terbukti dalam kanyataan sehari – hari sehingga muncul masalah baru
Teori incremental
             Teroi incremental dalam pengambilan keputusan mencaerminkan suatu teroi pengambilan keputusan yang menghindari banyak masalah yang harus diertimbangkan dan pada saat yang sama merupakan teori yang lebih banyak menggambarkan cara yang ditempuh oleh pejabat pemerintah dlam mengambil keptusan sehari – hari
         Pokok teori incremental ini dapat diuraikan sebagai berikut :
1.      Pemilihan tujuan dan analisis tindakan empiris yang diperlukan untuk emncapai suatu hal yang saling tepisah
2.      Pembuat keputusan hanya mempertimbangkan ebebrapa alternative yang langsung berhubungan dengan pokok permasalahan
3.      Bagi tiap alternative hanya sejumlah kecil akibat yang mendasar saja yang akan dievaluasi
4.      Masalah yang akan dihadapi oleh pembuat keputusan akan didefinisakn secara teratus
5.      Pembuatan keputusan yang inkremental pada hakikatnya bersifat perbaikan kecil dan hal ini lebih diarahkan untuk memperbaiki ketidaksempurnaan dari upsya konkret dalam mengatasi masalah yang ada
Keputusan dan kebijaksanaan pada hakikatnya merupakan produk yang saling memberi dan menerima di antara pelbagai pihak yang terlibat dalam proses keputusan tersebut. Pembuat keputusan berada dalam keadaan yang serba tidak pasti khususnya menyangkut akibat dari tindakan mereka dimasa datang maka keputusan yang bersifat incremental ini akan dapat mengurangi resiko dan biaya yang menimbulkan oleh suasana ketidakpastian itu.
Teori pengamatan terpadu
            Pengajur teori ini adalah ahli sosiologi organisasi amitai etzoni yang setuju dengan kritik para teoritisi inkrmental yang diarahkan pada teori rasional komrehensif. Akan tetapi ia juga menunjukan adanya beberapa kelemahan yang terdapat pada teori ikremental.
            Metode pengamatan  terpadu juga memperhitungkan tingkat kemampuan para pembuat keputusan yang berbeda – beda. Secara umum dapat dikatakana bahwa semakin besar kemapuan para pembuat keputusan untuk memobilisasikan kekuasaanya guna mengimplementasikan keputusan mereka. Semakin besar keperluannya untuk melakukan scanning dan semakin menyeluruh scanning semakin efektif pengambilan keputusan tersebut. Teori pengamatan terpadu ini pada hakikatnya merupakan pendekatan kompromi yang menggabungkan pemanfaatan model rasional komprehensif dan model ikremental dalam proses pengambilan keputusan


Jenis keputusan
1.      Keputusan terprogam
Suatu keputusan yang berkaitan dengan permaslahan sebelumnya. Keputusan tersebut sering diambil dikarenakan rutinitas terhadap permasalahan yang sering muncul tersebut. Dengan kata lain keputusan terprogram telah memiliki prosedur tersendiri yang telah pasti dalam manangani permasalah yang muncul
2.      Keputusan tidak terprogram
Suatu keputusan yang diambil berdasarkan permasalahan baru. Keputusan ini bersufat baru dan cenderung tidak memiliki prosedur yang tetap seperti di keputusan terprogram. Hal ini diakrenakan permasalahan yang timbul sifatnya khusus, rumit dan tidak terstruktur
3.      Keputusan setengah terprogram
keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Co:/ Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.
Contoh kasus
            Suatu organisasi diberikan kepercayaan untuk menjalankan suatu proyek diluar kota, dan diputuskan proyek berjalan selama satu bulan dan ternyata proyek saat proyek sedang berjalan di tengah – tengah proses terjadi permaslahan kekurangan personel untuk mengatasi proyek tersebut dan dikhawatirkan proyek tidak selai pada waktunya. Maka untuk meperlancar proyek tersebut pimpinan dapat memutuskan untuk menambahkan personelnya untuk memperlancar proyek tersebut walaupun aka nada pengeluaran tambahan.
Kesimpulan
            dari contoh diatas kita bisa melihat peranan seorang pimpinan proyek yang mengambil keputusan untuk menambah personel demi kelangsungan proyek yang sedang dijalaninya.  Dalam kehidupan ini pasti kita sering dihadapi dengan pemgambilan keputusan. Dari setiap keputusan yang ada selalu dinilai dulu positif dan negative tiap keputusan tersebut dan juga ketika keputusan tersebut sudah diambil tetap dilakukan penilaian agar keputusan yang kita ambil bias sesuai dengan harapan


source

Pengikut