Selasa, 04 Juni 2013

TUGAS BAHASA INDONESIA 2



                                                    TUGAS BAHASA INDONESIA 2
                                                                (tugas Softskill ke 3)


                               Dosen: ibu Tri Wahyu Retno N
                                             Disusun Oleh:


      Dev Chrisman Lase  (18110947)
      Dimas Amiluhur        (12110022)
     Rizki Ariansyah         (16110124)                                                  
 


1. Mengapa fungsi komunikasi bahasa disebut fungsi dasar? Mengapa pula disebut fungsi utama?

Disebut sebagai fungsi dasar karena, sebagai alat komunikasi bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan orang lain. Secara umum sudah jelas bahwa fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Bahasa sebagai wahana komunikasi bagi manusia, baik komunikasi lisan maupun komunikasi tulis. Fungsi ini adalah fungsi dasar bahasa yang belum dikaitkan dengan status dan nilai-nilai sosial.
Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan dan pemikiran yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli atau menanggapi hasil pemikiran kita.
Dan juga pada saat menggunakan bahasa sebagai komunikasi,berarti memiliki tujuan agar para pembaca atau pendengar menjadi sasaran utama perhatian seseorang. Bahasa yang dikatakan komunikatif karena bersifat umum. Selaku makhluk sosial yang memerlukan orang lain sebagai mitra berkomunikasi, manusia memakai dua cara berkomunikasi, yaitu verbal dan non verbal. Berkomunikasi secara verbal dilakukan menggunakan alat/media bahsa (lisan dan tulis), sedangkan berkomunikasi cesara non verbal dilakukan menggunakan media berupa aneka symbol, isyarat, kode, dan bunyi seperti tanda lalu lintas,sirene setelah itu diterjemahkan kedalam bahasa manusia.
Sebagai sarana komunikasi, bahasa mempunyai fungsi utama. Dimana dapat dijelaskan bahwa komunikasi bahasa ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Contoh bahasa sebagai alat komunikasi berupa: Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badani, alat bunyi-bunyian, lukisan, gambar, dsb). Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering mengenal ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”,”Time untuk “waktu”. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

2. Sebutkan tiga contoh alat komunikasi sosial yang bukan bahasa, dan jelaskan fungsinya!  

1.      Kentongan


Pada masa kerajaan, kentongan digunakan untuk menyampaikan pesan dan perintah dari sang raja kepada rakyatnya. Petugas kerajaan cukup memukul kentongan dan dalam beberapa saat kemudian rakyat bergegas kumpul di tempat yang sudah biasa digunakan untuk  pertemuan antara raja dengan rakyatnya untuk menyampaikan informasi.Meskipun saat ini teknologi sudah semakin canggih, namun sebagian masyarakat tidak  bisa meninggalkan media komunikasi tradisional ini khususnya di daerah pedesaan yang digunakan sebagai sarana ronda malam. Ada juga kentongan yang bentuknya cukup besar atau yang sering disebut ´bedug´ digunakan oleh masyarakat sebagai penanda waktu sholat tiba.Dalam penggunaannya, kentongan dipukul dengan irama yang berbeda beda sesuai kejadian yang akan dan sedang terjadi. Misalnya, tanda kentongan yang menandakan adanya kebakaran rumah, adanya bencana banjir, adanya pencurian, atau akan adanya gerombolan pasukan lawan yang datang menyerang dimasa peperangan kerajaan zaman dahulu.
Manfaat dan Fungsi Kentongan : 
Awalnya, kentongan digunakan sebagai alat pendamping ronda untuk memberitahukan adanya pencuri atau bencana alam. Dalam masyarakat pedalaman, kentongan seringkali digunakan ketika suro-suro kecil atau sebagai pemanggil masyarakat untuk ke masjid bila jam salat telah tiba.Namun, kentongan yang dikenal sebagai teknologi tradisional ini telah mengalami transformasi fungsi.Dalam masyarakat modern, kentongan dijadikan sebagai salah satu alat yang efektif untuk mencegah demam berdarah. Dengan kentongan, monitoring terhadap pemberantasan sarang nyamuk pun dilakukan. Dalam masyarakat tani, seringkali menggunakan kentongan sebagai alat untuk mengusir hewan yang merusak tanaman dan padi warga

2.  Lonceng


Lonceng adalah suatu peralatan sederhana yang digunakanuntuk menciptakan bunyi. Bentuknya biasanya adalahsebuah tabung dengan salah satu sisi yang terbuka dan bergema saat dipukul. Alat untuk memukul dapat berupa pemukul panjang yang digantung di dalam lonceng tersebutatau pemukul yang terpisah. Menurut KBBI, loncengmemiliki dua pengertian, pertama lonceng adalah semacam bel yang dibunyikan untuk menentukan waktu ataumemberitahukan sesuatu, sedangkan pengertian yang kedua,lonceng adalah jam besar atau arloji. Lonceng-lonceng besar pada umumnya terbuat darilogam namun lonceng-lonceng kecil dapat pula terbuat dari keramik atau porselen.Dahulu lonceng digunakan untuk mengabarkan suatu berita kepada masyrakat dansebagai penanda waktu. Lonceng juga digunakan oleh umat Kristiani untuk memberitanda waktu beribadah, biasanya dibunyikan tiga kali, pada pukul 06.00. 12.00, dan18.00. Lonceng digunakan pertama kali dalam gereja Katolik sekitar tahun 400 masehi,dan dianggap diperkenalkan oleh Paulinus, Uskup Nola, sebuah kota di Campania, Italia.Penggunaannya menyebar luas dengan cepat dan tidak hanya digunakan untuk mengumpulkan umat dalam acara keagamaan, tetapi juga sebagai peringatan ketika ada bahaya.

3.      Bedug


Bedug adalah alat musik tabuh seperti gendang. Bedugmerupakan instrumen musik tradisional yang telah digunakansejak ribuan tahun lalu, yang memiliki fungsi sebagai alatkomunikasi tradisional, baik dalam kegiatan ritualkeagamaan maupun politik. Di Indonesia, sebuah bedug biasadibunyikan untuk pemberitahuan mengenai waktu salat atausembahyang. Bedug terbuat dari sepotong batang kayu besar atau pohon enau sepanjang kira-kira satu meter atau lebih. Bagian tengah batangdilubangi sehingga berbentuk tabung besar. Ujung batang yang berukuran lebih besar ditutup dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai membran atau selaput gendang.Bila ditabuh, bedug menimbulkan suara berat, bernada khas, rendah, tetapi dapatterdengar sampai jarak yang cukup jauh.

4.      Kulkul


Kulkul adalah alat komunikasi tradisional masyarakat Bali, berupa alat bunyian yang umumnya terbuat dari kayu atau bambu dan benda peninggalan para leluhur. Di setiap organisasi tradisional di Bali terdapat setidaknya sebuah kulkul. Selain di Bali, Kulkul yang lazimnya disebut dengan kentongan terdapat hampir di seluruh pelosok kepulauan Indonesia.

Ø   Fungsi
Kulkul memunyai fungsi yang berkaitan erat dengan kegiatan banjar. Berikut merupakan beberapa fungsi dari kulkul:
a. Tanda Pertemuan Rutin
Masyarakat Bali biasanya melakukan pertemuan rutin sebulan sekali pada setiap banjar. Menjelang hari pertemuan, didahului dengan memukul kulkul dengan sebuah alat pemukul dari kayu. Suara kulkul akan terdengar sampai ke pelosok banjar. Suara tersebut merupakan panggilan kepada warga untuk segera berkumpul di tempat yang sudah disepakati bersama.
b. Tanda Pengerahan Tenaga Kerja
Selain sebagai tanda pertemuan, bunyi kulkul juga mengandung arti untuk pengerahan tenaga kerja. Pengerahan tenaga kerja tersebut ada yang sudah direncanakan, dan ada pula yang sifatnya mendadak. Contohnya gotong royong membersihkan desa, mempersiapkan upacara di pura bagi masyarakat Bali, dan mencuci barang-barang suci adalah bentuk-bentuk pengerahan tenaga kerja yang sudah direncanakan. Pengerahan diawali dengan terdengarnya suara kulkul, warga pun segera berkumpul dan bersama-sama melakukan aktivitas membersihkan desa. Sedangkan pengerahan tenaga kerja yang sifatnya mendadak umumnya menanggulangi kejadian yang tiba-tiba menimpa banjar. Kejadian itu dapat berupa kebakaran, banjir, orang mengamuk, dan pencuri. Bunyi kulkul terdengar cepat dan panjang. Ini sebagai isyarat supaya warga segera datang atau berjaga-jaga karena ada bahaya mengancam.
c. Tanda Gejala Alam
Di samping sebagai tanda pertemuan rutin dan pengeran tenaga kerja, kulkul sering kali digunakan ketika terjadi gejala alam seperti gerhana bulan yang akan disambut oleh seluruh banjar dengan membunyikan kulkul. Masyarakat Bali berkeyakinan bahwa gerhana bulan terjadi karena bulan dimangsa oleh Kalarau. Bunyi kulkul yang menggema di seluruh Bali akan menghilangkan konsentrasi Kalarau sehingga ia akan melepaskan bulan kembali.
Ø  Jenis
Ada empat jenis kulkul yang dikenal oleh masyarakat Bali, yaitu Kulkul DewaKulkul BhutaKulkul Manusa, dan Kulkul Hiasan.
a. Kulkul Dewa
Kulkul Dewa adalah kulkul yang digunakan saat upacara Dewa Yadnya. Kulkul Dewa dibunyikan apabila akan memanggil para dewa. Ritme yang dibunyikan sangat lambat dengan dua nada yaitu “tung … tit … tung … tit … tung … tit” dan seterusnya.
b. Kulkul Bhuta
Kulkul Bhuta adalah kulkul yang digunakan saat upacara Bhuta Yadnya. Kulkul Bhuta dibunyikan apabila akan memanggil para Bhuta Kala guna menetralisir alam semesta sehingga keadaan alam menjadi aman nan tenteram.
c. Kulkul Manusa
Kulkul Manusa adalah kulkul yang digunakan untuk kegiatan manusia, baik itu rutin maupun mendadak. Di kedua kegiatan inilah saat membunyikan Kulkul Manusa. Kulkul Manusa terbagi lagi atas tiga, yaituKulkul TempekanKulkul Sekeha-sekeha, dan Kulkul Siskamling. Ritme yang dibunyikan kulkul manusa lambat dan pendek, sedangkan pada kegiatan mendadak terdengar cepat dan panjang.
d. Kulkul Hiasan
Diberi nama kulkul hiasan karena kulkul ini diberi hiasan-hiasan untuk menambah keindahannya, biasanya kulkul ini sering dijadikan oleh-oleh atau buah tangan. Oleh para wisatawan yang datang ke pulau Bali, kulkul dianggap sebagai sebuah barang antik.

5.  Asap


Media komunikasi ini tergolong unik dan sangat populer digunakan oleh bangsa Indian di Amerika. Asap dapat digunakan untuk mengirimkan informasi rahasia kepada temanmaupun lawan. Dalam berkomunikasi menggunakan asap, tidak ada kode-kode yang baku sehingga tidak semua orang dapat membaca maksud dari kepulan asap yangdikirim. Namun yang umum dan sering kita lihat di beberapa film, asap dapat digunakanuntuk meminta bantuan ketika seseorang sedang tersesat di hutan dengan cara menunjukan keberadaannya menggunakan asap. Atau mungkin kamu pernah ikut dalamkegiatan Pramuka dimana mereka menggunakan asap dalam suatu permainan pesan berantai.

6.      Prasasti


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, prasastimerupakan piagam yang tertulis pada batu, tembaga,dan sebagainya. Prasasti merupakan sumber sejarah penting untuk mengungkap peristiwa masa lalu.Prasasti merupakan sumber dokumen tertulis yangorisinil dan pasti terjamin keasliannya sebagai peninggalan masa lalu.Menurut Matrical Eulogitic Inscription, Ms. Dannel,Sanskrit Dictionary, Prasasti berarti tulisan yang berisi pujian dan merupakan anugerah yang diberikan seorangraja kepada rakyatnya dan berlakunya secara turuntemurun. Istilah tersebut dalam Negara Kertagama dikatakan sebagai purwasarirareng prasatyalama tan rinaksan iwo, yang berarti hak-hak istimewa yang sejak dahulu dilindungi oleh prasasti kuno.

3.    Bahasa Indonesia mempunyai empat jenis definisi, yaitu definisi nominal, formal, operasional, dan luas. Jelaskan ke 4 jenis definisi tersebut dan tuangkan jawabannya dalam sebuah teks dengan topik Teknologi Informasi atau yang terkait dengan bidang studi kalian. Tulisan dibuat secara singkat dan jelas!

Ø Definisi Nominal
Definisi ini biasa digunakan dalam kamus. Dalam definisi ini suatu kata dibatasi dengan kata lain yang merupakan sinonimnya (padanan), lalu dengan terjemahannya atau menunjukkan asal katanya (etimologi), atau dengan asal-usul sebuah kata.
-       surat elektronik ialah email
-       halaman utama yang ditampilkan dari sebuah website di internet disebut juga sebagai Homepage.
-       Komputer berasal dari bahasa latin computare yang mengandung arti menghitung.
-       Pengembang ialah developer.

Ø  Definisi Formal
Disebut juga definisi terminologis, yaitu definisi yang disusun berdasarkan logika formal yang terdiri tiga unsur. Ketiga unsur tersebut harus tapak dalam definiens. Struktur formal diawali dengan klasifiksi, diikuti dengan menentukan kata yang akan dijadikan definiendum, dilanjutkan dengan menyebutkan genus, dan diakhiri dengan menyebutkan kata-kata atau deskripsi pembeda. Pembeda harus lengkap dan menyeluruh sehingga benar-benar menunjukan pengertian yang sangat khas dan membedakan pengertian dari kelas lain.
-       Client : adalah sebuah komputer yang bertugas menerima data dan informasi yang telah diolah oleh Server yang diperlukan oleh user. Client biasanya di kendalikan / digunakan oleh seorang user.
-       Domain name : adalah nama khusus dan unik yang digunakan untuk penamaan situs web pada internet.
-       Download : adalah proses pengambilan atau transfer file dari sebuah situs web internet ke media penyimpanan yang terdapat di komputer Client yang dipakai oleh user.
-       Mahasiswa adalah pelajar di perguruan tinggi.
-       E-Commerce (Electronic Commerce) adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan perdagangan atau transaksi perbankan elektronis di internet, baik Business to Business E-Commerce maupun Business to Costumer E-Commerce.
-       Login : otorisasi yang dilakukan oleh seorang user dengan memasukkan username dan password di dalam sebuah jaringan komputer (termasuk internet), program interaksi, atau surat elektronik (e-mail).

Ø  Definisi Operasional
Batasan pengetian yang dijadikan pedoman untuk melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan, misalnya penelitian. Oleh karena itu, definisi ini disebut juga definisi kerja karena dijadikan pedoman untuk melakasanakan sustu penelitian atau pekerjaan terntentu. Definis ini disebut juga definisi subjecktif karena disusun berdasarkan keinginan orang yang akan melakukan pekerjaan.
Ciri-ciri definisi operasional :
1.      Mengacu pada target pekerjaan yang hendak dicapai.
2.      Berisi pembatasan konsep, tempat dan waktu
3.      Serta bersifat aksi, tindakan, atau pelaksanaan suatu kegiatan.

Contoh :
-            Penelitian ini merupakan upaya untuk mengetahui indeks prestasi kumulatif terhadap kecerdasan mahasiswa Jurusan Sistem Informasi Uiversitas Gunadarma angkatan 2010.
-            Universitas Gunadarma menunjukan komitmennya dengan terselenggaranya Lomba USB untuk ke 3 kalinya, yang dimaksudkan untuk mengetahui tingkatt pemahaman bahasa pemrograman serta kreatifitas mahasiswa dalam membuat sesuatu hal.
-            Prestasi mahasiswa adalah indeks prestasi kumulatif yang diperoleh sejak awal kuliah sampai degan akhir perkuliahan.

Ø  Definisi Luas
Definisi ini merupakan uraian panjang lebar, bisa satu paragraph, satu bab, atau bisa meliputi seluruh karangan. Definisi ini diperlukan bila kita berhadapan dengan suatu konsep yang amat rumit, yang tidak bisa dijelaskan dengan kalimat yang pendek.
Contoh;
-          Manusia selain memerlukan makanan, air, dan vitamin, juga memerlukan bermacam – macam mineral.
Apakah mineral itu? Mineral ialah unsur – unsur zat yang terdapat di dalam tanah. Zat – zat ini berwujud sebagai pesenyawaan kimia yang disebut garam. Kira – kira empat persen dari tubuh manusia terdiri dari bermacam – macam mineral, yaitu kalsium, tembaga, dan yodium. Unsur yang terbanyak adalah kalsium dan fosfor, yaitu antara 2,3 dan 3,4 persen dari ubuh atau antara 57 dan 85 persen dari seluruh mineral yang ada di dalam tubuh.
-          Aplikasi yang kita gunakan seperti ms. Office, game, mp3 dll, adalah sebuah aplikasi yang dibuat dengan bahasa pemrograman. Bahasa pemrograman atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.


  1. Bacalah surat kabar dan majalah. Cari dan temukan paragraf argumentasi yang deduktif dan induktif!
Ø Deduktif :
-          Arus transportasi di jawa tengah bagian selatan lumpuh total akibat aksi mogok sopir angkutan umum dan barang dikawasan itu. Mereka memprotes kebijakan pembatasan solar bersubsidi yang mereka nilai merugikan. Akibat asi itu, ribuan penumpang terlantar di sejumlah terminal. (kompas kamis 25 april 2013 ,  hal 17 kolom 20).
-          Ia memberikan gambaran kerugian akibat pemalsuan  hak kekayaan intelektual , hak paten, dan merek mencapai Rp 43 triliun. Menurutnya, peredaran barang yang melanggar paten itu mengurangi margin keuntungan pengusaha karena dijual lebih murah dan laku. Serta kerugian tidak hanya dialami oleh merek terkenal luar neger, termasuk pula pengusaha lokal yang produk-produknya turut dibajak. ( koran sindo , rabu 24 april 2013, kolom 1 ekonomi bisnis).
-          Sikap dan tindakan segeintir anggota pansus DPR RI dalam penanganan kansus centuri sudah diluar kontek kepatutan. Dalam rapat merekan cenderung memojokkan para narasumber. Mereka terkesan bersikap layaknya hakim yang menanyai terdakwa di persidanagan umum. Padahal seperti sudah kita ketahui, mereka masih wakil rkayat dan bukan aparat hukum. (tempo 21 februari 2010, hal 10 surat).
-          Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru.


Ø Induktif
-          Mengingat pentingnya peran media, sudah sewajarnya media bebenah diri menjadi corng yang netral. Dan jangan sampai hanay menegjar rating dengan menampilkan sosok konorversial atau isu yang justru akan membuat kesadaran masyarakat terbeleh. Itulah sedikit argumen dari presiden yudhoyono disela-sela peringatan hari pers nasional. (majalah tempo 21 februari 2010, hal 10).
-          Kesibukan terjadi sepanjang malam di kediaman ketua PN Jakarta Selatan, herri swantoro. Rabu malam pekan lalu itu, para hakim yang mengadili perkara pembunuhan nasrudin zulkarnaen datang kerumah dinas herri. Mereka berkumpul untuk merundingkan vonis terhadap antasari azhar yang akan diketuk esok harinya. (majalah tempo 21 februari 2010, kolom 43 hukum).
-          Selama tarnsportasi massal belum memadai maka kebutuhan bbm akan terus meningkat setiap tahunnya. Namun, hal itu tidak akan dibiarkan, sehingga berbagai kebijakan akan diterapkan untuk menekan impor bbm yang terus meninggi yang akan membebani negara. (koran sindo, rabu 24 april 2013 , kolom 19 sektor riil).
-          Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancar. Informasi tersendat-sendat. Memang bahasa alat komunikasi yang penting, efektif, dan efisien.

  1. Cari dan temukan paragraf atau wacana campuran : deskripsi, narasi, argumentasi, baik yang deduktif maupun yang induktif !.
  • Wacana Paragraf Deskripsi
Kilometer Nol, Sebuah Lambang
Sebuah tugu di ujung Utara Pulau We Aceh, berdiri tegak setinggi delapan meter. Landasannya, beton berteratak mirip tangga bersusun lima. Dengan panjang dan lebar sekitar enam meter. Tentu itu terletak di sebuah semak belukar di bilangan Jaboi, kotamadya Sabang. Itulah kilometer nol Indonesia. Berada di tugu itu, terasa sesuatu merayap di kalbu, perasaan keIndonesiaan. Lagu patriotik dari Sabang sampai Merauke seakan-akan tergiang-giang di telinga. Kita sedang menginjak setapak tanah di ujung paling barat Nusantara.
Lambang Garuda begitu megah bertenger di puncak tugu. Di bawah kaki Sang Garuda , ada relief yang melukiskan untaian Zamrud kepulauan di Indonesia. Memang, sempat timbul tanda tanya, apakah kilometer nol ini benar menjadi ukuran pasti dimulainya bentangan jalan raya dari ujung Barat Indonesia ke Timur. Akan tetapi, berada dititik itu, slogan Sabang-Merauke tiba-tiba menjadi sangat bermakna.

  • Wacana Paragraf Narasi
Kesialanku
Tepat pukul 10.00 WIB pekan lalu, aku baru pulang dari kuliah. Seperti biasanya aku pulang kerumah naik ojek yang berada di depan kampusku. Kebetulan saat itu matahari sangat terik-teriknya sehingga hawa panas menyelimuti tubuhku dan lagi ditambah rasa lapar yang sejak tadi menghantuiku, membuat suasana saat itu tak mengenakkan untukku.
Diperjalanan menuju kerumah terselip kejadian lucu, ternyata ojek yang aku naiki saah jalan.  Tadinya aku sempat kesal namun setelah ia berbicara untuk menanyakan jalan yang benar, menggunakan logat bahasa jawa yang tak ku mengerti. Tanpa sengaja aku tertawa kecil. Namun aku nalar saja maksudnya adalah menanyakan jalan yang benar. Kejadian tersebut cukup membuatku geli disaat terik matahari yang kian menusuk tubuhku.

  • Wacana Paragraf Argumentasi
Kesuburan Tanah
Mempertahankan kesuburan tanah merupakan syarat mutlak bagi tiap-tiap usaha pertanian. Selama tanaman dalam proses menghasilkan, kesuburan tanah ini akan berkurang. Padahal kesuburan tanah wajib diperbaiki kembali dengan pemupukan dan penggunaan tanah itu sebaik-baiknya. Teladan terbaik tentang cara penggunaan tanah dan menjaga kesuburannya dapat kita peroleh pada hutan yang belum digarap petani.
Kesuburan tanah sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanaman bagi para petani. Tak hanya baik bagi kesuburan tanah tapi juga akan memperbaiki kualitas dari tanaman sehingga akan mampu menghasilkan nilai rupiah yang baik bagi petani.

SUMBER
Jumat, 26 April 2013

Bahasa Indonesia 2



Latar belakang penelitian
Ø  Penderita delayed speech mengalami Gangguan bicara yang dapat berakibat ke gangguan perkembangan yang akan menghambat fase kognitif perkembangan anak.
Ø  Anak yang mengalami gangguan bicara mengakibatkan ketidakjelasan pada proses artikulasi berupa produksi voiced dan unvoiced dan intonasi.
Ø  perangkat lunak Speech Filing System dapat melakukan segmentasi dan transkripsi dengan hasil spectrum data bunyi.

Tujuan penelitian
bertujuan untuk menganalisis karakteristik suara anak penderita delayed speech berdasarkan spectrum suara, sehingga dapat ditentukan karakteristik dari suara anak tersebut.

Metode penelitian
1.      Teori Fonologi Metrik ( Metrical Phonology theory, Liberman L. Streeter, 1976  )
Teori mengidentifikasi penekanan suku kata. Data pola irama suku kata disegmentasikan pada satu dimensi bunyi dengan deretan KV (CV-tier).
2.      Teori Fry (1955, 1958) dan Lehiste (1970)
menggunakan ciri bunyi untuk menentukan tekanan bunyi pada suku kata, yaitu :
a.       kenyaringan suku kata
b.      panjang pendek suku kata
c.       tinggi rendah bunyi ( pitch ) atau frekuensi dasar (  fundamental ).
3.      Menggunakan Alat segmentasi data mentah berupa perangkat lunak Speech Filing System yang digunakan untuk menyediakan umpan balik terhadap aktivitas bunyi bahasa (ilmu fonetis).
4.      mengambil data dari audio dan visual secara personal dalam 2 tahap, yaitu :
a.       tahap fitur visual, yaitu prosodi dan spectral
b.      visual fitur, yaitu menganalisis produksi suara melalui mimic objek.


Hasil penelitian
1.      Data perolehan sonority peak nomina pada Gambar 2 dan intonasi menunjukkan kestabilan perkembangan perolehan suara. Kenyaringan menunjukkan bahwa anak yang berusia lebih tinggi kurang nyaring dalam mengucapkan kata yang diminta. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat perkembangan yang positif pada mental anak. Anak mulai dapat membedakan intonasi yang datar harus digunakan pada kata nomina.





                                                       Gambar 2. Data Perolehan Sonority Peak (Nomina)

2.      Data perolehan hasil perolehan sonority peak verba pada Gambar 3 menunjukkan hasil yang sangat baik, karena verba yang diminta adalah kosakata imperative dan subjek dapat mempraktekkan dengan baik sesuai dengan rentang usia.





Gambar 3. Data Perolehan Sonority Peak (Verba)


3.      Hasil perolehan silabel voiced (bersuara) pada Gambar 4 menunjukkan gejala perolehan silabel voiced yang belum stabil. Pada kata ’buka’ anak yang berusia lebih tinggi memberikan respon frekuensi yang lebih rendah. Hal tersebut diakibatkan kontrol suara subjek sudah berjalan stabil disebabkan oleh durasi proses terapi dan kematangan usia serta proses perkembangan kemampuan kognitif.






Gambar 4. Hasil Perolehan Silabel Voiced


Kesimpulan
Anak delayed speech sering menemui kendala dalam memproduksi ujaran lisan ( artikulasi, pitch, dan intonasi ). Pola intonasi yang dibatasi oleh batas nada tinggi atau rendah menunjukkan nada yang relatif datar dan lemah.

Pengembangan materi dimasa datang
Dengan adanya penelitian sonority peak nantinya dapat menekan jumlah penderita delayed speech dikalangan usia pra – sekolah maupun usia sekolah. Nantinya banyak anak – anak mengalami perkembangan dalam berbicara.

Sumber utama :
Muhammad Subali, Tri Wahyu Retno Ningsih, M. Kholiq, “ DETEKSI SONORITY PEAK UNTUK PENDERITA SPEECH DELAY MENGGUNAKAN SPEECH FILING SYSTEM “, http://ejournal.gunadarma.ac.id/index.php/kommit/article/download/585/508, 7 september 2012.
Selasa, 15 Januari 2013

Penulisan Daftar Pustaka


Daftar pustaka merupakan daftar sumber tertulis yang dijadikan acuan dalam pembahasan karya tulis, Daftar Pustaka penulisan diletakkan pada bagian akhir karya tulis buku, majalah atau surat kabar yang akan dimasukkan ke dalam daftar pustaka yang menerbitkan bila nama pengarangnya tidak ada. Bial nama pengarang dan nama lembaga penerbitnya juga tidak ada, daftar pustaka didasarkan pada kata pertama judul. Daftar pustaka jangan diberi nomor urut.

Nama pengarang
Aturan penulisan nama pegnarang dalam daftar pustaka adalah sebagai berikut :
1.      Nama pengarang ditulis selengkap-lengkapnya tetapi gelar akademik tidak perlu dicantumkan

2.      Cara penulisan nama pengarang ialah dengan mendahulukan nama akhir kemudian baru nama pertama. Nama akhir yang ditulis lebih dahulu itu dipisahkan dengan tanda koma dari nama pertama yang dituliskan nama kemudian. Contoh :
Nama pengarang yang ditulis dalam daftar pustaka :
- Drs. Adiwinata : Adiwinata
- Dr. Sastra Dwiguna : Dwiguna, Sastra
- Antonius Suryo Gumolo : Gumolo, Antonius Suryo
Cara penulisan nama pengarang seperti ini tidak berlaku untuk nama Tionghoa. Di dalam daftar pustaka nama Tionghoa tidak perlu dibalik karena nama pertama adalah nama keluarganya. Contoh : Tan Kim Liong tidak perlu dibalik menjadi Liong Tan Kim

3.      Jika pada buku yang dijadikan acuan itu nama editor yang ada bukan nama pengarangnya penulisan nama editor ditambah dengan singkatan ed. Di belakang nama.
Contoh :
Nama Edotir yang ditulis dalam daftar pustaka
Hermawan Wobisono : Wibosono, Hermawan (ed)
Cahyani Wijaya : Wijaya, Cahyani (ed)                         

4.      jika pengarang terdiri atas dua orang, nama pengarang yang pertama dibalik sedangkan nama pegnarang yang kedua ditulis biasa. Hubungkan kedua nama itu dengan kata penghubung dan. contoh :
Nama pengarang : yang ditulis dalam daftar pustaka
- Amirul Mukmin : Mukmini, Amirul dan Eddy Wijaya Eddy Wijaya

5.      Jika pengarang buku ada tiga orang atau lebih nama pengarang pertama dibalik, kemudian tambahkan singkatan dkk. Contoh :
Nama pengarang : yang ditulis dalam daftar pustaka
- Luhut Pengaribuan : Pangaribuan, Luhut dkk
Antoni salim Indriawan Andreas

Tahun penerbit
Aturan penulisan tahun penerbitan buku sebagai berikut :
1.      Tahun penerbitan ditulis setelah nama penulis dan diakhiri dengan tanda titik.
Contoh : Moeliono, Anton M. 1988

2.      Jika ada dua buah buku atau lebih yang dituliskan oleh pegnarang yang sama, tetapi tahun penerbitnya berbeda buku yang tahun penerbitnya lebih awal ditulis lebih dahulu. Namun pengarang ditulis ulang. Contoh : Suparni, 1993

3.      Jika terdapat dua buah buku atau lebih yang ditulis oleh pengarang yang sama dan tahun penerbitnya pun sama, dibelakang tahun penerbit diberi huruf a,b,c dan seterusnya sebagai tanda pembeda. Contoh :
- Senjaya, Erwin 1999 a.
- Senjaya, Erwin 1999 b.

4.      Jika ada buku yang tidak berangka tahun penerbitan di belakang nama pengarang ditulis kata tanpa tahun. Contoh : Cahya, Evan Dwi, Tanpa Tahun

Penulisan judul
Judul buku ditulis setelah angka tahun penerbitan, judul buku digaris bawahi atau cetak miring Contoh : Alfian 1980 Politik, Kebudayaan dan Manusia Indonesia
1.      Majalah sebagai sumber acuan
Urutan unsur-unsur majalah berserta yang dituliskan di dalam daftar pustaka meliputi nama pengarang, tahun dimuat, judul artikel, nama majalah, tahun penerbitan majalah tersebut, halaman, dan nama kota tempat majalah itu terbit. Contoh :
Suprapto, Riga Adiwoso, 1989, “Perubahan Sosial dan Perkembangan Bahasa”. Dalam Prisma XVIII (1) : 61-120 Jakarta.

Penjelasan :
Nama Pengarang : Riga Adiwoso Suprapto
Tahun Dimaut : 1989
Judul Artikel : Perubahan Sosial dan Perkembangan Bahasa
Nama Majalah : Prisma
Tahun Penerbitan : XVIII (1) tahun penerbit ke-18 bulan Januari
Halaman : 61 – 120
Nama Kota Tempat
Majalah itu terbit : Jakarta

2.      Surat kabar sebagai sumber acuan
Urutan keterangan tentang artikel di dalam surat kabar yang perlu dituliskan di dalam daftar pustaka meliputi nama pegnarang, tahun terbit, judul artikel, nama surat kabar, tanggal terbit, dan tempat surat kabar itu terbit. Aturan penulisannya sama dengan buku dan majalah yang dijadikan sumber acuan. Contoh :
Edu 1997 “Kemandirian Perajin Kayu Putih”. Dalam Kompas, 18 Pebruari 1997. Jakarta

Penjelasan :
Nama pengarang : Edu
Judul Artikel : Kemandirian Perajin Kayu Putih
Tahun Terbit : 1997
Nama Surat kabar : Kompas
Nama Kota Tempat
Surat kabar itu terbit : Jakarta

3.      Buku sebagai sumber acuan
Jika acuan berupa buku maka format penulisan sebagai berikut:
Nama_Pengarang. (Thn_Publikasi). Judul_Buku. seri. Penerbit, Kota.

Contoh:
Rusli, H.(1991). Kewajiban-kewajiban Perusahaan di Indonesia. Huperindo, Jakarta.
Lasmana, E.(1992). Sistem Perpajakan di Indonesia, jilid-1. Prima Kampus Grafika, Jakarta.

4.      Artikel di dalam buku sebagai sumber acuan
Jika acuan berupa artikel di dalam buku, maka format penulisan sebagai berikut
Nama_Pengarang. (Thn_Publikasi). Judul_Artikel dalam Nama_Editor(ed.) Judul_Buku. seri. Penerbit, Kota.

Contoh:
Hedley, C.(1971). Reading dan Language Difficultiesm dalam Wilson, J.A.R.(ed.) Diagnosis of Learning Difficulties, pp135-156. McGraw-Hill, New-York.

5.      Referensi dari internet
Nama_penulis, thn_edit, judul_artikel, alamat_situs
Keterangan:
Nama_Pengarang, Nama_Editor
Tulis dengan huruf tegak. Tulis nama keluarga diikuti dengan inisial nama diri.
Contoh: Kurniawan, O., Marsius, J. dan Halim, F.A. ….
Kalau nama pengarang tidak ada, ditulis Anonim atau Anonymous, dst

Tahun terbit
Tulis di dalam tanda kurung, akhiri dengan tanda titik. Isi dengan angka tahun publikasi. Ada ditemui suatu publikasi yang selalu dicetak ulang walaupun edisinya sama. Untuk kasus ini yang ditulis adalah tahun publikasi pertama kali muncul dan bukan tahun cetak terakhir.

Nama penerbit
Nama penerbit ditulis setelah judul buku, penulisanya didahului nama kota tempat terbit dan tanda titik dua. Contoh :
Alfian. 1980. Politik, Kebudayaan dan Manusia Indonesia Jakarta : LP3ES

Catatan kaki
Tujuan penulisan catatan kaki sebagai berikut :
1.      Bahan penunjang pembuktian atau fakta, konsep, analisis, gagasan, maupun pendapat.
2.      Penghargaan kepada penulis buku.
3.      Keterangan pemerolehan informasi untuk memperjelas atau mempertegas masalah dalam buku.
Sebelum penulisan catatan kaki biasanya ada tanda khusus, seperti penomoran (1,2, dst.) atau tanda bintang (*) yang diberikan pada kata atau kalimat dalam tulisan Anda yang membuktikan keterangan atau catatan kaki. Penulisannya ditempatkan agak ke atas setengah spasi dari teks. Secara umum, catatan kaki terdiri atas unsur-unsur berikut:

1.      Nama pengarang
a.       Ditulis lengkap sesuai urutan biasa, contoh: Prof. Dr. Gorys Keraf, dsb.
b.      Jika terdiri atas dua atau tiga pengarang, maka semua pengarang dicantumkan, Contoh: Drs. Mohammad Arifin, Ahmad Efendi, S.Pd.
c.       Jika terdiri dari empat pengarang atau lebih maka cukup nama pertama yang dicantumkan. Nama kedua dan berikutnya digantikan dengan singkatan et al. (et alia=dan lain-lain). Contoh: Yoga Alwi, et al.
d.      Jika mengambil rujukan dari sebuah kumpulan  (bunga rampai, antologi), maka dibelakang nama penyunting akhir ditambahkan singkatan ed, (editor) yang dipisahkan dengan tanda koma Contoh: Korie Layun Rampan, ed, dan sebagainya.

2.      Judul buku
a.       Penulisan ditempatkan dalam tanda kutip, contoh: "Kajian Drama"
b.      Jika kutipan berikutnya masih dari sumber yang sama, maka penulisan judul digantikan dengan singkatan  Ibid., Op.cit., Contoh: Korie Layun, ed.Ibid. (Jakarta, 2004), hal. 18.

3.      Tempat dan tahun terbit
Tempat dan tahun terbit ditemapatkan dalam tanda kurung dan dipisahkan dengan sebuah koma, Contoh: (Jakarta, 2004). Adapun jika menyebutkan nama penerbit, maka ditempatkan sesudah nama tempat dan diberi tanda titik dua :)) sebelumnya, contoh: (Jakarta: Grasindo, 2004)

4.      Nomor halaman
Nomor halaman ditulis dengan menggunakan singkatan (hal.), contoh: hal. 124.

Sumber

Pengikut