Rabu, 02 Mei 2012

teori pengambilan keputusan



Pendahuluan.
Teori pengambilan keputusan bersangkut paut dengan masalah bagaimana pilihan – pilihan semacam itu dibuat. Kebijaksanaan sebagai telah kita rumuskan dimuka adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang akttor atau sejumlah actor berkenaan dengna suatu masalah atau persoalan tertentu.
Secara tipikal  pembuatan kebujaksaan merupakan tindakan yang berpola yang dilakukan sepanjang waktu dan melibatkan banyak keputusan yang diantaranya ada yang merupakan keputusan rutin, ada yang tidak rutin. Dalam praktek pembuat kebijaksaan sehari – hari amat jarang kita jumpai suatu kebijaksaan yang hanya terdiri dari keputusan tunggal. Dalam tulisan ini akan dibajas 3 teori pengambilan keputusan
Teori yang dimaksud ialah : teori rasional komprhensif, teori incremental dan teori pengamatan terpadu
Definisi teori pengambilan keputusan
Secara umum pengertian pengambilan keputusan adalah teknik pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan atau proses memilih tindakan sebagai cara pemecahan masalah
Tujuan pengambilan keputusan
Bersifat tunggal : hanya satu maslah dan tidak berkaitan dengan masalah lain
Bersifat ganda : masalah saling berkaitan dapat bersifat kontradiktif ataupun tidak
Teori rasional komprehensif
      Teori pengembilan keputusan yang paling banyak diterima oleh kalangan luas ialah teori rasional komperehensif. Unsur – unsur utama dari teori ini dapt dikemukakan sebagai berikut :
1.      Pembuat keputusan dihadapkan pada suatu masalah yang dapat dibedakan dari masalah lain
2.    Tujuan, nilai, sasaran yang mempedomani pembuat keputusan amat jelas dan dapat ditetapkan rangkingnya sesuai dengan urutan kepentingannya
3.      Pelbagai alternatif untuk memecahkan masalah tersebut diteliti secara seksama.
4.      Akibat yang timbul diteliti
5.      Setiap alternative dan masing – masing akibat yang menyertainya dapat diperbandingkan
6.      Pembuat keputusan akan memilih alternative dan akibat – akibatnya yang dapat dimasimalkan tercapai tujuan yang diinginkan
Teori rasional komrehensif banyak mendapatkan kritik. Charles lindblom seorang ahli ekonomi dan matematika secara tegas menyatakan bahwa  para pembuat keputusan ini sebenarnya tidaklah berhadapan dengan masalah yang konkret dan terumuskan dengan jelas
Pembuat keputusan juga sulit untuk memilah secara tegas antara nilai – nilais endiri dengan nilai yang diyakini masyarakat. Asumsi penganjur model sarional bahw fakta dan nilai dapat dapat dengan mudahnya dibedakan dan dipisahkan tidak pernah terbukti dalam kanyataan sehari – hari sehingga muncul masalah baru
Teori incremental
             Teroi incremental dalam pengambilan keputusan mencaerminkan suatu teroi pengambilan keputusan yang menghindari banyak masalah yang harus diertimbangkan dan pada saat yang sama merupakan teori yang lebih banyak menggambarkan cara yang ditempuh oleh pejabat pemerintah dlam mengambil keptusan sehari – hari
         Pokok teori incremental ini dapat diuraikan sebagai berikut :
1.      Pemilihan tujuan dan analisis tindakan empiris yang diperlukan untuk emncapai suatu hal yang saling tepisah
2.      Pembuat keputusan hanya mempertimbangkan ebebrapa alternative yang langsung berhubungan dengan pokok permasalahan
3.      Bagi tiap alternative hanya sejumlah kecil akibat yang mendasar saja yang akan dievaluasi
4.      Masalah yang akan dihadapi oleh pembuat keputusan akan didefinisakn secara teratus
5.      Pembuatan keputusan yang inkremental pada hakikatnya bersifat perbaikan kecil dan hal ini lebih diarahkan untuk memperbaiki ketidaksempurnaan dari upsya konkret dalam mengatasi masalah yang ada
Keputusan dan kebijaksanaan pada hakikatnya merupakan produk yang saling memberi dan menerima di antara pelbagai pihak yang terlibat dalam proses keputusan tersebut. Pembuat keputusan berada dalam keadaan yang serba tidak pasti khususnya menyangkut akibat dari tindakan mereka dimasa datang maka keputusan yang bersifat incremental ini akan dapat mengurangi resiko dan biaya yang menimbulkan oleh suasana ketidakpastian itu.
Teori pengamatan terpadu
            Pengajur teori ini adalah ahli sosiologi organisasi amitai etzoni yang setuju dengan kritik para teoritisi inkrmental yang diarahkan pada teori rasional komrehensif. Akan tetapi ia juga menunjukan adanya beberapa kelemahan yang terdapat pada teori ikremental.
            Metode pengamatan  terpadu juga memperhitungkan tingkat kemampuan para pembuat keputusan yang berbeda – beda. Secara umum dapat dikatakana bahwa semakin besar kemapuan para pembuat keputusan untuk memobilisasikan kekuasaanya guna mengimplementasikan keputusan mereka. Semakin besar keperluannya untuk melakukan scanning dan semakin menyeluruh scanning semakin efektif pengambilan keputusan tersebut. Teori pengamatan terpadu ini pada hakikatnya merupakan pendekatan kompromi yang menggabungkan pemanfaatan model rasional komprehensif dan model ikremental dalam proses pengambilan keputusan


Jenis keputusan
1.      Keputusan terprogam
Suatu keputusan yang berkaitan dengan permaslahan sebelumnya. Keputusan tersebut sering diambil dikarenakan rutinitas terhadap permasalahan yang sering muncul tersebut. Dengan kata lain keputusan terprogram telah memiliki prosedur tersendiri yang telah pasti dalam manangani permasalah yang muncul
2.      Keputusan tidak terprogram
Suatu keputusan yang diambil berdasarkan permasalahan baru. Keputusan ini bersufat baru dan cenderung tidak memiliki prosedur yang tetap seperti di keputusan terprogram. Hal ini diakrenakan permasalahan yang timbul sifatnya khusus, rumit dan tidak terstruktur
3.      Keputusan setengah terprogram
keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Co:/ Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.
Contoh kasus
            Suatu organisasi diberikan kepercayaan untuk menjalankan suatu proyek diluar kota, dan diputuskan proyek berjalan selama satu bulan dan ternyata proyek saat proyek sedang berjalan di tengah – tengah proses terjadi permaslahan kekurangan personel untuk mengatasi proyek tersebut dan dikhawatirkan proyek tidak selai pada waktunya. Maka untuk meperlancar proyek tersebut pimpinan dapat memutuskan untuk menambahkan personelnya untuk memperlancar proyek tersebut walaupun aka nada pengeluaran tambahan.
Kesimpulan
            dari contoh diatas kita bisa melihat peranan seorang pimpinan proyek yang mengambil keputusan untuk menambah personel demi kelangsungan proyek yang sedang dijalaninya.  Dalam kehidupan ini pasti kita sering dihadapi dengan pemgambilan keputusan. Dari setiap keputusan yang ada selalu dinilai dulu positif dan negative tiap keputusan tersebut dan juga ketika keputusan tersebut sudah diambil tetap dilakukan penilaian agar keputusan yang kita ambil bias sesuai dengan harapan


source

0 komentar:

Poskan Komentar

Pengikut