Kamis, 05 Juni 2014

Manfaat Kemiri


Anda mungkin mengenal bumbu dapur yang memberikan rasa sedap ini, kemiri (Aleurites moluccana), atau disebut sebagai candlenut atau juga kukui nut (Hawaii). Tanamannya tumbuh tersebar di daerah tropis, tingginya sekitar 15-25 meter dan daunnya berwarna hijau pucat. Terbayangkah dalam benak Anda? jika tidak tak apa, karena kita tak membahas bagaimana tanamannya. Kita akan membahas beberapa hal yang lebih seru dan menarik bagi Anda, antara manfaat dan mitos.
Sebenarnya tumbuhan kemiri ini adalah tumbuhan di Hawaii, tetapi karena ia adalah tumbuhan tropis, maka ia dapat tumbuh dengan subur di Indonesia. Dan pada akhirnya digunakanlah kemiri sebagai bumbu dapur yang menyedapkan masakan di meja Anda. Ngomong-ngomong soal Hawaii, ada sebuah mitos menarik soal kemiri ini yang berkembang di Hawaii.
Konon kabarnya dahulu ada seorang wanita yang berusaha untuk menyenangkan suaminya, namun sayangnya sang suami tidak memperlakukan istri dengan baik, bahkan sering memukulinya. Sang istri tak pernah berhenti berusaha menyenangkan suami, ia memperlakukan suaminya dengan sangat lembut dan baik, tak ada suatu dendam atau emosi di dalam dirinya. Suatu hari sang suami terbakar api emosi, dan memukuli istrinya hingga tewas. Sang suami kemudian mengubur istrinya di bawah pohon kukui (kemiri). Tak disangka, ternyata pohon Kukui ini adalah bagian tubuh dari dewa Kamapua'a, karena ketulusan dan kebaikan istrinya, maka dewa Kamapua'a menghidupkan kembali sang istri dan menukarnya dengan jiwa suaminya. Pohon kemiri ini kemudian disebut sebagai simbol pencerahan, perlindungan dan perdamaian atas sikap tulus yang ditunjukkan sang istri pada suami.
Lepas berbicara soal mitos, yuk kita singgung soal manfaat buah kecil yang bentuknya unik ini.
Kemiri bentuknya seperti kacang macadamia, sangat kaya akan kandungan minyak, untuk itu beberapa produk shampoo memanfaatkan kandungan minyak ini untuk menyuburkan dan merawat keindahan rambut. Ada pula yang menggunakannya sebagai sabun dalam bentuk pasta, tentunya sabun kemiri tidak dianjurkan bagi Anda yang memiliki jenis kulit berminyak, karena ia mudah menyebabkan jerawat.
Seperti yang dituturkan dalam absolute astronomy, jaman dahulu di Hawaii kuno, kemiri disusun memanjang dan dibakar sebagai sumber cahaya. Yah tentu saja karena memang ia kaya akan kandungan minyak. Bahkan dalam perkembangannya, ekstrak minyak kemiri ini digunakan sebagai bahan bakar lampu minyak.
Di Jepang, kulit kayu pohon kemiri diteliti dan dimanfaatkan untuk penyembuhan tumor, dan penelitian ini masih terus dikembangkan. Sedangkan di Indonesia dan Malaysia, kemiri ini disulap menjadi bumbu masakan yang melezatkan aneka makanan. Mengubah makanan menjadi lebih sedap dan mantap rasanya.

Eits, tetapi sepertinya kita masih harus berhati-hati lho, karena menurut isu yang berkembang, kemiri ini mengandung bahan beracun dengan kekuatan ringan, sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi saat mentah. Jadi pastikan untuk menyangrainya terlebih dahulu sebelum Anda menggunakan untuk bumbu masakan atau sambal Anda ya.

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/comparative-medicine/1957099-manfaat-dan-mitos-kemiri/

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut